Inovasi dan Kolaborasi perusahaan, startup, UKM dan Pemerintah
Gelombang perkembangan inovasi
global yang begitu cepat, kini sudah tidak dapat dibendung lagi. Inovasi dan Kolaborasi perusahaan, startup, UKM dan Pemerintah Saat ini menjadi akselerasi yang sangat tinggi dalam kompetisi ekonomi global selalu ditandai
dengan gegap gempitanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Jika
beberapa dekade silam teknologi Informasi dan komunikasi menjadi salah satu
bidang fokus yang harus dikembangkan, kini hal itu telah berubah menjadi alat
dari sebagian besar wahana dalam proses inovasi. Kamis, 31 Oktober 2019 lalu di Balai Sidang Jakarta Convention
Center saya berkesempatan datang ke acara Connect. Dimana acara ini
bertemakan Empowering Indonesia’s
digital Economy through innovation & collaboration.
Dalam acara ini kami berkesempatan masuk dikelas synergitic collaboration among corporates, startups, SMEs & Government.
Dalam kelas ini dihadiri oleh para mahasiswa, masyarkat, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Acara
ini merupakan kelas serupa dengan talk show yang menghadirkan
narasumber-narasumber yang berkaitan dengan Ekonomi digital Indonesia melalui
inovasi & kolaborasi antara korporasi, startup, UKM & Pemerintah.
Narasumber pada kelas ini adalah;
Agung Bezharie selaku co-founder/ CEO warung Pintar, Hery Sofiaji (AVP Micro
Development and Agent Banking Group Bank Mandiri), dan Joddy Hernad sebagai EVP digital & Next
Business Telkom Group.
pendirian Rumah Kreatif BUMN yang
merupakan kolaborasi BUMN untuk
menghadirkan akses kepada dunia digital kepada
UMKM di berbagai daerah adalah salah
satu upaya untuk memberikan akses
terhadap UMKM, terutama akses terhadap digitalisasi juga telah banyak dilakukan
oleh banyak pihak. Bank Mandiri dan Telkom merupakan dua BUMN yang banyak
terlibat dalam program digitalisasi UMKM ini.“Bank Mandiri telah menyalurkan kredit lebih dari Rp 150 triliun kepada UMKM, 47 triliun di antaranya potensial diberikan kepada UMKM yang bersifat digital”. - Ucap Hery Sofiaji (AVP Micro Development and Agent Banking Group Bank Mandiri).
Selain ikut memodali UMKM atau
startup, Bank Mandiri juga terjun ke dalam industri fintech lending, dengan
cara melakukan “co-opetition”, kompetisi dalam kooperasi, dengan fintech lain.
Jadi, kehadiran fintech bagi Bank Mandiri tak dipandang semata-mata sebagai
kompetitor yang tidak bisa diajak bekerja sama. “Ada peluang sekaligus
tantangan dalam industri fintech,” tutur Hery.
inkubator bisnis “Indigo” dan
digital valley di 4 kota di Indonesia. Melalui program inkubasi ini, diberikan
bantuan pendanaan dan akses pasar kepada para startup binaan. “Dalam
perkembangannya, kualitas startup sangat variatif sehingga dibutuhkan asistensi
yang lebih intens. Untuk itu dibangun DILO di berbagai tempat di seluruh
Indonesia,” tutur Joddy Hernady (EVP Digital & Next Business Telkom Group).
Tips Untuk UKM Dalam Meningkatkan Keuntungan Melalui Media Sosial
Menyambung kelas/ forum yang
pertama yaitu memberdayakan Ekonomi digital Indonesia melalui inovasi &
kolaborasi di antara perusahaan, startup, UKM & Pemerintah. Selanjutnya para
peserta forum/ talk show kali ini diberikan tips untuk membuka usaha kecil
menengah dan dapat Meningkatkan Keuntungan Melalui Media Sosial. Untuk memulai
berbisnis dalam menyongsong ekonomi digital, orang tak perlu lagi sendirian
memikirkan aspek teknologi. Sudah banyak platform dan penyedia teknologi yang
bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis, layanan, atau aplikasi yang makin
mudah digunakan.
“Teknologi memungkinkan hadirnya banyak
potensi yang sebelumnya tersembunyi, Oleh sebab itu, Microsoft memilih untuk
juga ikut bertransformasi dengan misi memberdayakan orang dan organisasi di
seluruh dunia untuk bisa meraih pencapaian yang lebih tinggi. Salah satu
contohnya, di Indonesia, Microsoft bekerja mengimplementasi Artificial
Intelligence Microsoft Rinna dalam desain hijab rancangan Ria Miranda.” ujar
Juliana Cen (Small & Medium Business Lead Microsoft Indonesia). Hal ini
disampaikan Juliana dalam sesi Right Step in Starting Digital Business yang
merupakan salah satu sesi hari kedua ajang Connect 2019 pada kamis, 31 Oktober
lalu, di Jakarta Convention Center, Senayan.
“Sribulancer memanfaatkan sepenuhnya platform teknologi sehingga cukup dengan tenaga 28 orang saja kami bisa handle 30 ribu orang user,” tutur Ryan Gondokusumo (CEO Sribulancer).
Sribulancer
sebagai salah satu contoh platform penyedia informasi lowongan kerja paruh
waktu yang merupakan suatu transformasi digital. Dimana hal ini memungkinkan
orang dengan bakat-bakat dan kemampuan khusus untuk bisa menemukan pekerjaan
yang paling sesuai.
Para startup yang sama sekali buta akan
teknologi digital bisa memanfaatkan layanan pengembangan teknologi dan user interface
dari nol. “ Para startup bisa memilih fitur-fitur yang ingin dikembangkan pada
saat mulai. Weekend Inc akan bantu untuk bikin teknologinya.,” iming Andoko
Chandra (CEO Weekend Inc).
Pada forum/talk show kali ini juga
menghadirkan para pengusaha kecil menengah yang sudah berhasil dan sukses dalam
menjalankan usaha kecil mereka dengan memanfaatkan media sosial terutama instagram ads. Ridho Khusnul Fadhil (CEO Humblezing) dan Fariz Egia Gamal
(Owner Mister Brewok) hadir sebagai narasumber pada acara ini. Dalam pemaparan
yang cukup singkat mereka berbagi tips Untuk UKM Dalam Meningkatkan Keuntungan Melalui
Media Sosial. Selain menggunakan Instagram ads para UKM juga harus memperhatikan
isi konten serta pengikut mereka di Instagram. Tak lupa sebagai UKM kita harus
memberikan sedikit bum-bu promo pada Konten Instagram yang akan di Upload
sehingga memancing para pengikut untuk berinteraksi dengan social media yang
didirikan.
Namun untuk urusan promo produk dan layanan pun banyak platform yang makin mempermudah. “Kita harus melakukan promo di media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Namun tetap saja ads di medsos itu harus hanya sebagai pelengkap saja, yang lebih penting lagi adalah engagement dengan customer,” tutur Ridho Khusnul Fadhil (CEO Humblezing).
“Akuisisi customer baru sangat penting, kita harus sisihkan budget untuk promote di media sosial,” ucap Fariz Egia Gamal (Owner Mister Brewok) tambahnya.
Henri Kasyfi Soemartono (Sekretaris Jenderal
Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia, APJII). Menegaskan bahwa “Tanpa infrastruktur, segala macam omong
besar tentang Revolusi Industri 4.0, misalnya, tidak akan jalan,” .
Oleh karena itu APJII selalu berinisiatif
memberdayakan masyarakat, terutama di pelosok, agar tidak perlu menunggu
pemerintah untuk mengembangkan ekonomi digital sampai kondisi yang sempurna.
Mereka bisa proaktif untuk membuat infrastruktur sendiri, misalnya dengan
melalui Bumdes atau koperasi desa membikin ISP (Internet Service Provider)
sendiri. Di atas jaringan ISP desa tersebut nantinya akan terbangun bisnis dan
ekonomi digital




0 Komentar